MAULANA MENGALAMI SAKIT KULIT YANG MEMBUTUHKAN PERATIAN KITA

LPDA | Maulana Merupakan anak mengalami sakit kolofion baby/dermatitis kontak,maulan tinggal di Lancang Barat Kecamatan Dewantara kabupaten aceh utara,pada saat ini maulana sangat membutuhkan peratian/Uluran Tangan Kita dalam berobat,saat LPDA Melakukan konfirmasi dengan Ibu Maulana mengapa sampai demikian sakit yg di alamami maulana,kendala yang paling besar di hadapi ibu nya mengenai Dana Untuk berobat dimana menurut keterangan Ibu nya bahwa maulana berdasarkan Keterangan Dokter Bahwa maulana bisa sembuh dengan berobat Rutin ,ini menjad masalah yang di hadapi ibu maulana harus membeli obat dalam setiap Dua hari sekali di Apotik Kimia Farma Lhokseumawe dengan harga Rp.150.000 ,Namun lagi lagi semua harapan itu pupus karena biaya, ibu maulana jangan kan untuk membili obat untuk hari-hari saja sangat susah dimana ibu dan ayah maulana tidak memiliki pekerjaan yang tetatp.

saat ini maulana sudah sekolah kelas 3 SD walau dengan keadaan demikian maulana tetap sekolah seperti biasa tetapi semangat dia untuk sekolah tidak menjadi alasan dengan sakit yang di derita maulana.

dalam hal ini Relawan LPDA mengajak sahabat untuk meringankan beban yang di hadapi maulana,dan dri LPAD akan mendampingi maulana berobat hingga lekas sembuh,
Mari Ulurkan Tangan u'bantu Dika bisa berobat sehingga bisa sembuh seperti anak-anak lainya bisa bermain dengan ceria,bila saudara ingin meringankan bisa langsung kelokasi atau melalui.
Transfer Donasi:
BNI Syariah. 4533 15197
a.n Lembaga Peduli Dhuafa Aceh
Konfirmasi Donasi via SMS/WA
Nama :
No HP :
Email :
Kota :
dan lampirkan bukti transfer Anda
kirim ke 0853 7126 6650

2 comments:

  1. Pertama sekali maafkan saya terlambat merespon untuk kaum mustadhafin Acheh - Sumatra. Kebetulan kita ini termasuk salah seorang yang telah mempersatukan dua kubu yang bertikai di Norwegia. Saat itu pemimpin dari Swedia tidak berani datang ke Norway termasuk Doter Zaini Abdulllah dan Wali Acheh - Sumatra sendiri, Almarhum Tgk Hasan Muhammad. Barulah mereka datang ke Norway setelah kita mendamaikan kedua kubu tadi yaitu antara pengikut Badaruddin Gayo dan Baih Gani. Kitapun banyak menyumbang pertamakali merekla datang memungut uang Kilat. Sayangnya kami tidak mendapat info mengenai sumbangan rakyat Acheh yang terbesar di Norway.

    Andaikata para pemimpin paska kematian Wali Nanggroe menepati amanah untyuk memberdayakan ekonomi para kaum mustadhafin Acheh - Sumatra, dapat dipastikan tuidak ada lagi kaum mustadhafin Acheh yang hidup morat-marit. Kami ikut sedih menyaksikan keluh kesah kaum mustadhafin Acheh - Sumatra. Semoga Allah membuka hati pemimpin nAcheh lanjutan untuk menepati janji mereka hinbgga mereka tidak mendapat kemurkaan Allah swt. Hanya sekian dulu kali ini semoga akan bertemu kembali di lain kesempatan, insya Allah...

    ReplyDelete
  2. Insyaallah jika itu dilaksanakan dengan baik, tentunya seperti harapan Anda dan kita semua , maka semua masalah kemiskinan di Aceh akan teratasi dengan baik, namun seperti yg kita lihat sekarang, ternyata masih ada masyarakat dhuafa yg belum pernah tersentuh oleh pemerintah, apakah mereka tidak melihat? wallahu 'aklam hanya Allah Maha Tahu segalanya, kita mendoakan semoga semua kaum dhuafa di Aceh mendapatkan perhatian dari pemerintah, Amin

    ReplyDelete

Pages