LPDA mengunjung Ibu 2 anak yang mengalami Stroke sejak 3 Tahun di NIbong

Foto Dokumentasi Yuni/05 Juli 2017

LPDA– Kisah pilu dialami Marhani (50), warga desa Wakeuh kecamatan  Nibong Aceh Utara, saat dikunjungi   Lembaga Peduli Dhuafa Aceh yang di dampingi mahasiswi KPM IAIN Lhokseumawe di kediamannya.
Tiga tahun lalu saat ditinggal pergi suaminya ia diserang stroke, sejak itulah ia tidak bisa beraktifitas dengan normal.
Untuk sekedar menghirup udara segar di teras rumah Marhani terpaksa merangkak karena kakinya tidak dapat digerakkan sama sekali, bicaranya terbata-bata dan ucapannya tak jelas akibat stroke.
Parahnya lagi, kamar yang ditempati Marhani bau dan jorok jauh dari kata sehat karena di kamar ini juga digunakan untuk buang air kecil dan air besar  karena tidak sanggup berjalan ke kamar mandi, sementara ibu yang merawatnya sudah renta dan tak sanggup bolak-balik ke kamar mandi.
Selama ini Marhani dirawat oleh ibunya khatijah (70) yang juga sering sakit-sakitan karena mengidap penyakit paru-paru.
“Kakak ipar saya, stroke setelah ditinggal suaminya yang sampai sekarang tidak di ketahui  keberadaannya, untuk biaya terapi saja kami sangat kesulitan karena saya hanya seorang pekerja buruh yang tidak selalu mendapat tawaran kerja, jadi jika ada lebih rejeki saya bawa, jika tidak maka tidak ada pengobatan sama sekali, dan ini memang sudah lama tidak ada lagi terapi karena tidak ada biaya” jelas Jauhari (42)
Maryani mempunyai dua anak, yang satu masih kelas 6 SD yang satu lagi baru tamat SMA. Ia tidak melanjutkan perguruan tinggi karena tidak ada biaya, sekarang menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan tidak tetap, tidak banyak yang bisa dikerjakannya karena tidak  memiliki ketrampilan.
Dalam Kunjungan Relawan LPDA dalam hal melihat Kondisi Ibu Maryani dan Insyaallah hari Jumat Relawan LPDA akan mengantar Korsi Roda Untuk Ibu Maryani.

No comments:

Post a Comment

Pages